
Anambas,metroindonesia.co.id – Laut Perairan Antang tampak lebih hening dari biasanya. Di atas geladak KAL Pulau Siantan I.4-52, derap langkah prajurit TNI Angkatan Laut berpadu dengan desir angin laut membawa aroma garam.
Tepat pukul 08.05 WIB, Upacara dan Tabur Bunga Peringatan Hari Dharma Samudera Tahun 2026 resmi dimulai.
Di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Anambas, peringatan Hari Dharma Samudera bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, tempat para prajurit Jalasena kembali menautkan ingatan pada sejarah pertempuran laut dan pengorbanan para pendahulu, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan bangsa.
Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Romi Sitorus, S.E., selaku Inspektur Upacara. Dengan sikap tegap, ia berdiri menghadap samudera, ruang pengabdian sekaligus medan juang prajurit Matra Laut.
Prosesi berlangsung khidmat, diikuti perwira, bintara, tamtama, serta PNS Lanal Tarempa.
Momentum semakin sarat makna ketika rangkaian tabur bunga dimulai. Bunga-bunga dilepaskan ke laut seakan menjadi simbol penghormatan abadi kepada para pahlawan laut yang gugur, sekaligus doa agar semangat juang mereka tetap hidup dalam setiap penugasan generasi penerus.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI–Polri turut hadir menyaksikan prosesi tersebut. Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu, S.E., perwakilan Polres Kepulauan Anambas, Kejaksaan Negeri KKA, Pengadilan Agama KKA, Lanudal Matak, Koramil 02 Tarempa, purnawirawan TNI AL, hingga insan pers tampak menyatu dalam suasana penuh penghormatan.
Dalam keterangannya, Letkol Laut (P) Romi Sitorus menegaskan bahwa Hari Dharma Samudera memiliki arti mendalam bagi setiap prajurit TNI AL. Menghargai jasa para pendahulu, menurutnya, adalah kewajiban moral yang harus terus dipelihara.
Dari sejarah itulah, nilai keberanian, disiplin, dan loyalitas prajurit Jalasena diwariskan lintas generasi. Tahun ini, Hari Dharma Samudera mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern.”
Tema tersebut menjadi penegasan arah pembinaan prajurit TNI AL di tengah tantangan keamanan maritim kian kompleks, khususnya di wilayah strategis Laut Natuna Utara.
Sebagai satuan bertugas di garda terdepan perbatasan, Lanal Tarempa menjadikan peringatan ini sebagai penguat mentalitas prajurit. Bukan hanya kesiapan fisik dan profesionalisme yang dituntut, tetapi juga keteguhan jiwa dalam menjaga kedaulatan laut dari berbagai potensi ancaman.
Ketika upacara berakhir pukul 08.30 WIB, samudera kembali tenang. Namun semangat yang ditinggalkan peringatan Hari Dharma Samudera tetap bergaung, mengalir bersama ombak, meneguhkan tekad para prajurit Jalasena untuk terus setia menjaga laut, batas, dan kehormatan negeri di ujung utara Nusantara.(TM)
Editor: Roy




