
Natuna, metroindonesia.co.id – Sebuah daerah berbatasan langsung dengan negara tetangga, kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci menjaga masa depan generasi. Bagi Bupati Natuna, Cen Sui Lan, membangun sekolah bukan hanya soal gedung atau fasilitas, tetapi juga memastikan para guru memiliki kompetensi yang terus berkembang.
Komitmen itu kembali ditegaskan saat menerima kunjungan perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Kepulauan Riau di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Cen Sui Lan menyatakan dukungan penuh terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang membuka kesempatan kuliah gratis bagi guru PAUD, SD, hingga SMP yang belum bergelar sarjana (S1), serta mendorong guru yang sudah S1 mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Menurutnya, peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung terhadap mutu pendidikan anak-anak Natuna, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pulau-pulau terluar.
“Program ini sangat baik dan jangan sampai terlewatkan. Saya berharap seluruh guru yang belum S1 segera memanfaatkan kesempatan kuliah gratis ini.
Terima kasih kepada BPMP dan KGTK Kepulauan Riau, telah datang ke Natuna untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan kita,” ujar Cen Sui Lan.
Bagi Natuna memiliki wilayah kepulauan dengan tantangan geografis tinggi, peningkatan kualitas guru menjadi pekerjaan tidak mudah. Namun kini, pemerintah pusat menghadirkan solusi melalui sistem pembelajaran daring sehingga guru tetap dapat mengajar tanpa harus meninggalkan sekolah.
Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Kepulauan Riau, Yuli Riana Wati , menjelaskan bahwa guru yang belum S1 dapat mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui skema ini, pengalaman mengajar selama bertahun-tahun diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga masa kuliah tidak lagi harus ditempuh selama empat tahun.
“Dengan RPL, guru cukup menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar dua hingga empat semester hingga memperoleh gelar S1,” jelasnya.
Sementara itu, guru menyandang gelar sarjana akan didorong mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Setelah dinyatakan lulus, mereka berhak memperoleh tunjangan profesi guru sesuai ketentuan pemerintah.
Berdasarkan hasil validasi terbaru, terdapat 114 guru PAUD di Kabupaten Natuna yang menjadi sasaran pendataan, serta 34 guru jenjang SD dan SMP yang belum bergelar S1. Selain itu, sebanyak 63 guru telah masuk dalam pendataan calon peserta PPG.
Sebagian di antaranya dijadwalkan mengikuti PPG tahun ini, sedangkan sisanya akan dipanggil pada gelombang berikutnya pada tahun depan.
Pemerintah juga tetap memberikan perhatian kepada guru yang belum dapat menyelesaikan pendidikan S1 karena faktor usia. Mereka direncanakan memperoleh bantuan tunjangan dari pemerintah pusat sebesar Rp400 ribu setiap bulan.
Target pemerintah, seluruh guru memenuhi syarat sudah masuk dalam sistem PPG pada tahun 2027.
Bagi Cen Sui Lan, peningkatan kualifikasi guru tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Pemerataan tenaga pendidik hingga ke pulau-pulau menjadi bagian penting agar setiap anak Natuna memperoleh hak pendidikan yang sama, tanpa dibatasi oleh jarak dan letak geografis.
Di tengah tantangan sebagai daerah kepulauan terluar Indonesia, investasi terbesar sesungguhnya bukan hanya pembangunan fisik, melainkan membangun kualitas guru. Karena dari tangan para pendidik itulah akan lahir generasi Natuna yang mampu bersaing dan menjaga masa depan daerah perbatasan.(Roy)




