
Asahan, metroindonesia.co.id – Holding BUMN Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) berencana mengakuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Asahan, Sumatera Utara.
Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak menyebut, upaya pengambilalihan PLTA Asahan untuk meningkatkan kapasitas produksi smelter.
“Kalau maunya sih mau (akuisisi) namun ada dua belah pihak, tidak bisa bertepuk sebelah tangan,” ujar Orias dalam konferensi pers, Selasa 31 Agustus 2021.
Dalam pemaparannya, manajemen sudah komunikasi awal dengan PT PLN (Persero) dan mitra sebagai pemilik PLTA.
Ada punya PLN sedang dibangun, ada juga punya PLN atau group PLN dan mitra. Pembicaraan-pembicaraan awal ya ada, tapikan harus dua belah pihak,” ungkapnya.
Di tengah harga aluminium sedang meningkat, justru kapasitas produksi PT Inalum hanya mencapai 250.000 ton per tahun. Kapasitas tersebut tak kunjung bertambah sejak zaman kerja sama dengan Jepang.
Karena itu, perusahaan berencana menggenjot kapasitas produksi dengan membangun smelter baru dan mengakuisisi beberapa PLTA di Asahan, Sumatera Utara untuk melistriki smelter.
“Zaman kerja sama dengan jepang kapasitasnya hanya segitu (250 ribu ton). Sementara kami butuhkan hanya PLTA, bisa dipakai untuk kapasitas produksi. Jadi kami butuh pembangkit listrik tenaga air dibeberapa daerah di Asahan untuk ambil. Kalau memang mereka mau untuk jual bisa dipakai untuk bangun smelter baru,” katanya. (Jt)




