Natuna, metroindonesia.co.id – Permasalahan nelayan di Natuna semakin hari semakin komplit. Banyaknya kapal kapal modren yang melakukan penangkapan ikan di laut Natuna, semakin menyulitkan nelayan tradisional untuk mendapatkan tangkapan ikan secara maksimal.
Menggapai keluhan itu, Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Rusdi, menyampaikan bahwa DPRD Natuna terus memperhatikan kesejahteraan nelayan. Hal tersebut disampaikan Rusdi di ruang kerjanya,Selasa (19/11/2024).

“Kami ingin nelayan di Natuna semakin sejahtera. Oleh karena itu, DPRD memberikan ruang kepada dinas terkait agar lebih mudah bekerja dan melakukan sosialisasi kepada para nelayan, mengingat tidak semua memahami batas-batas wilayah perairan,” ujar politisi partai PDIP itu.
Rusdi menambahkan bahwa bentuk sosialisasi yang dilakukan bergantung pada pengajuan program dari Dinas Perikanan Kabupaten Natuna.
“Kami siap mendukung langkah apa pun yang diajukan Dinas Perikanan demi kepentingan nelayan Natuna,” tegas Rusdi.
Sementara itu DPRD Natuna melalui Fraksi Gemoi (Gerindra Demokrat Indonesia) memberikan sinyal kepada Dinas Perikanan untuk meningkatkan sosialisasi kepada para nelayan terkait batas-batas wilayah perairan.

Ketua Fraksi Gemoi, Henry FN alias Jack menegaskan pentingnya pemerintah, melalui Dinas Perikanan, lebih aktif turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai tapal batas.
Politisi partai Demokrasi itu menambahkan Pengelompokan Anggota Berdasarkan Konfigurasi Partai Politik Hasil Pemilihan Umum. Fraksi Bersifat Mandiri, dan Dibentuk Dalam Rangka Optimalisasi dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas, Wewenang dan Hak Anggota DPRD.
Fraksi Mempunyai Jumlah Anggota Sekurang-Kurangnya Tiga Orang. Fraksi Juga Dapat Dibentuk Oleh Gabungan Dari Dua atau Lebih Partai Politik Hasil Pemilihan Umum.(Bud)




