
Natuna, metroindonesia.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat komitmennya dalam membangun perekonomian masyarakat dari tingkat desa. Salah satu langkah didorong adalah mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus wadah untuk mengelola berbagai potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri. BUMDes tidak hanya dipandang sebagai lembaga usaha desa, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat dengan mengembangkan sektor-sektor potensial selama ini menjadi kekuatan di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Natuna, Suhardi, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong agar BUMDes mampu menjalankan perannya secara optimal. Pengelolaan dana desa, menurutnya, harus diarahkan pada kegiatan memberikan manfaat nyata dan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
“Harapan kami ke depan, BUMDes mampu mengelola dana desa secara maksimal sehingga dapat menghidupkan perekonomian di masing-masing desa,” ujar Suhardi saat ditemui di ruang kerjanya di Bukit Arai, Rabu (22/7/2026).
Menurut Suhardi, keberadaan BUMDes memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi desa. Melalui pengelolaan usaha tepat, BUMDes dapat menjadi jembatan antara potensi sumber daya lokal dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya usaha-usaha baru di tingkat desa.
Sejumlah BUMDes di Kabupaten Natuna saat ini telah bergerak di berbagai sektor, di antaranya pertanian, peternakan, dan perikanan. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sekaligus memiliki potensi ekonomi cukup kuat.
Pemerintah Kabupaten Natuna melihat pengembangan sektor-sektor tersebut sebagai bagian penting dari strategi membangun ekonomi desa berbasis pada potensi lokal. Dengan pengelolaan profesional, BUMDes diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi unit usaha memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen pemerintah daerah juga diarahkan pada penguatan peran kepala desa. Suhardi meminta para kepala desa tidak hanya fokus pada pelaksanaan program pemerintahan, tetapi juga lebih aktif melihat peluang ekonomi ada di wilayahnya.
Setiap desa, kata dia, memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Karena itu, pengembangan ekonomi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan sama untuk seluruh wilayah. Pemerintah desa harus mampu membaca kekuatan lokal dan menjadikannya sebagai peluang usaha produktif.
Kabupaten Natuna sendiri memiliki 70 desa dan enam kelurahan. Kondisi geografis terdiri dari wilayah kepulauan dan pesisir membuat setiap desa memiliki tantangan sekaligus peluang beragam.
Ada desa memiliki potensi pertanian, ada yang kuat di sektor peternakan, sementara desa-desa pesisir memiliki peluang besar dalam pengembangan usaha perikanan dan kelautan.
Keragaman tersebut menjadi modal penting terus dikembangkan pemerintah daerah. Dengan menggali potensi dimiliki masing-masing wilayah, desa diharapkan mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan desa menciptakan kemandirian ekonomi. Karena itu, penguatan BUMDes menjadi salah satu bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun desa yang produktif dan memiliki daya tahan ekonomi.
Terlebih bagi masyarakat pesisir, BUMDes dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi. Berbagai usaha yang berkaitan dengan aktivitas nelayan, pengolahan hasil perikanan, hingga pengembangan produk lokal dapat dikembangkan melalui unit-unit usaha BUMDes.
Jika dikelola secara berkelanjutan, potensi tersebut diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hasil tangkapan nelayan, misalnya, tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam konteks inilah, pemerintah daerah terus mendorong agar BUMDes tidak berhenti pada pengelolaan usaha bersifat rutin. BUMDes diharapkan mampu berinovasi, membaca kebutuhan pasar, membangun kemitraan, dan menciptakan model usaha sesuai dengan karakteristik desa.
Tantangan pengembangan ekonomi desa semakin besar dengan adanya penyesuaian alokasi dana desa pada 2026. Suhardi menyebutkan, saat ini setiap desa menerima dana sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai sekitar Rp800 juta hingga Rp1 miliar.
Namun, keterbatasan anggaran tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya membangun ekonomi desa.
Justru, kondisi tersebut menuntut pemerintah desa untuk semakin kreatif dalam menentukan prioritas pembangunan dan mengelola anggaran secara efektif. Dana tersedia harus diarahkan pada kegiatan yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan memiliki potensi untuk berkembang.
Di sinilah peran BUMDes menjadi semakin penting. Dengan tata kelola yang baik, dana desa dapat menjadi pemantik untuk mengembangkan usaha produktif kemudian mampu menciptakan perputaran ekonomi secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Natuna pun menaruh harapan besar pada sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar potensi ekonomi lokal tidak hanya menjadi kekayaan yang tersimpan, tetapi mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi memberikan manfaat langsung.
Suhardi menegaskan, kepala desa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi di wilayahnya. Kepemimpinan yang mampu melihat potensi lokal dan berani mendorong inovasi diyakini dapat membuka jalan bagi tumbuhnya sumber-sumber ekonomi baru.
“Peran kepala desa sangat menentukan. Dengan menggali potensi lokal, desa dapat menciptakan sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna untuk memperkuat BUMDes pada akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana mengelola dana desa, tetapi bagaimana menciptakan desa mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.
Dari sektor pertanian hingga perikanan, dari usaha masyarakat pesisir hingga pengembangan produk lokal, pemerintah daerah ingin memastikan setiap potensi dimiliki desa dapat diolah menjadi peluang.
Dengan semangat tersebut, BUMDes diharapkan tumbuh sebagai kekuatan baru ekonomi Natuna menjadi penghubung antara potensi desa, kreativitas masyarakat, dan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan lebih merata hingga ke pelosok wilayah.(WAN)
Editor: leh




