
Medan – Banda Aceh, metroindonesia.co.id — Langkah kaki Dr. Asep N. Mulyana terasa mantap saat ia memasuki Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (23/6/2025). Sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, kunjungannya kali ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ada misi besar menggelorakan semangat reformasi birokrasi dan membangun aparatur penegak hukum profesional, berintegritas, dan dipercaya rakyat.
Sehari berselang, langkah yang sama membawanya ke Banda Aceh. Di tengah sambutan hangat jajaran Kejaksaan Tinggi Aceh, semangat itu kembali digaungkan. Di kedua provinsi ujung barat Indonesia ini, Dr. Asep menyuarakan satu pesan utama, kejaksaan tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menegakkan moral, integritas, dan keteladanan publik.
“Reformasi birokrasi bukan sekadar slogan. Ini adalah roh dari profesionalisme dan good governance,” tegasnya dalam pengarahan yang disampaikan di hadapan para Kepala Kejaksaan Tinggi dan seluruh jajaran.
Ia menekankan bahwa institusi Kejaksaan harus menjadi bagian dari birokrasi kelas dunia, birokrasi tidak hanya efisien dan bersih, tetapi juga humanis dan tanggap terhadap harapan masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan aparatur tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga matang secara etika.
Di tengah derasnya arus digital, Dr. Asep juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Ia mengingatkan agar seluruh aparat Kejaksaan menjauhi gaya hidup hedonis yang bisa melukai rasa keadilan masyarakat. “Kita bukan hanya aparat hukum, kita juga panutan,” ujarnya lugas.
Kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi agenda simbolik, melainkan juga momentum konsolidasi internal. Melalui dialog dan pengarahan langsung, Plt. Wakil Jaksa Agung ingin memastikan bahwa semangat reformasi tidak hanya hidup di pusat, tapi juga mengakar kuat di daerah.
Dukungan pun mengalir dari para Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut dan Aceh. Mereka menyatakan komitmennya untuk menjalankan arahan pimpinan dan menjadikan kejaksaan sebagai institusi yang modern, melayani, dan humanis.
Dari Medan hingga Banda Aceh, pesan moral Dr. Asep menggema: membangun keadilan harus dimulai dari keteladanan. Dan Kejaksaan, sebagai garda terdepan penegakan hukum, dituntut menjadi contoh paling nyata.(Ar)




