
Tanjungpinang,metroindonesia.
co.id – Wakil gubernur provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina yakin, melalui skema travel bubble akan menjadi pintu masuk pariwisata di Kepri.
“Saya optimis Skema Travel Bubble jadi pintu masuk parawusatacdi Kepri,dan dapat di buka kembali pada bulan Oktober mendatang. Kendati provinsi Kepri masih berstatus ppkm level tiga covid-19 pada saat ini,” ucap Marlin.
Memang, pemerintah pusat masih menetapkan Provinsi Kepulauan Riau dalam status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level tiga covid-19. Tidak menurunnya status ppkm tersebut, dikhawatirkan dapat membatalkan rencana pembukaan pintu pariwisata melalui skema travel bubble di Provinsi Kepri.
Kendati, status Provinsi Kepri masih berada di level tiga, tidak berpengaruh pada rencana pembukaan pintu pariwisata dengan skema travel bubble di Provinsi Kepri.
” Meski provinsi Kepri masih di level tiga, berdasarkan data tren kasus covid-19 di negeri segantang lada, terus menunjukkan tren positif penurunan covid-19,” tambahnya. Ia menjelaskan rencana travel bubble, hanya berlaku untuk dua kawasan di kepri, yakni di kawasan pariwisata Nongsa Batam dan kawasan Lagoi Bintan. Ia optimis rencana pembukaan pintu pariwisata bulan Oktober mendatang dapat terlaksana.
“Momen hari jadi provinsi kepri ke 19, pada 24 september 2021 mendatang, penanganan covid-19 di Provinsi Kepri semakin baik, sesuai dengan tema hari jadi Provinsi Kepri yakni kesehatan pulih ekonomi bangkit” ucapnya.
Adapun Pemprov Kepri berencana membuka pintu pariwisata dengan skema travel bubble bersama negara Singapura.
Koridor perjalanan wisata antar negara tanpa karantina dimasa pandemi tersebut, direncanakan pada bulan Oktober mendatang.(Robi)




