Jumat Berkah SPKT Polres Natuna, 100 Nasi Kotak Jadi Jembatan Kedekatan Polisi dan Warga

(SPKT Polres Natuna saat membagikan nasi kotak pada jeamah mesjid)

 

Natuna, metroindonesia.co.id – Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Natuna memilih menghadirkan wajah lain dari institusi Polri: berbagi dan menyapa masyarakat secara langsung.

Jumat siang, 11 September 2026, suasana di Masjid Al Hidayatul Iman, kawasan Air Kijang, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, terasa berbeda. Usai pelaksanaan salat Jumat, personel SPKT Polres Natuna datang membawa 100 paket nasi kotak untuk dibagikan kepada para jamaah.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WIB itu dipimpin KA SPKT Polres Natuna, Ipda Hery Fitrianto, S.H. bersama sejumlah personel.

Tidak ada seremoni panjang. Tidak pula sekadar formalitas. Paket makanan dibagikan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari kegiatan Jumat Berkah, sebuah kegiatan sederhana yang membawa pesan lebih besar: polisi ingin hadir dekat dengan masyarakat.

Ipda Hery mengatakan, berbagi melalui Jumat Berkah merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada masyarakat.

“Melalui Jumat Berkah ini, kami ingin berbagi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Ipda Hery.

Bagi kepolisian, menjaga keamanan tidak semata-mata dilakukan melalui patroli, penindakan atau penegakan hukum. Ada sisi lain yang tidak kalah penting, yakni membangun hubungan emosional dan kepercayaan dengan masyarakat.

Dari masjid, ruang-ruang pertemuan hingga lingkungan permukiman, komunikasi menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Karena itu, kegiatan Jumat Berkah menjadi ruang bagi personel SPKT untuk berinteraksi langsung dengan warga tanpa sekat pelayanan formal.

Polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat datang membawa persoalan. Polisi juga berupaya hadir ketika masyarakat berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan.

Seratus nasi kotak mungkin bukan sesuatu yang besar. Namun, dari pemberian sederhana itu terselip pesan bahwa pelayanan publik juga memiliki dimensi kemanusiaan.

Kehadiran personel SPKT di tengah jamaah menjadi kesempatan untuk menyapa, berbincang dan membangun kedekatan. Hubungan semacam inilah yang diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Kedekatan dengan masyarakat pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun keamanan dari akar rumput.

Masyarakat yang merasa dekat dengan polisi akan lebih mudah menyampaikan informasi, keluhan maupun persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Sebaliknya, polisi dapat memahami persoalan masyarakat secara lebih langsung, bukan hanya melalui laporan resmi.

Melalui Jumat Berkah, SPKT Polres Natuna menunjukkan bahwa wajah pelayanan kepolisian tidak selalu harus hadir dalam situasi serius. Terkadang, kedekatan justru tumbuh dari hal-hal sederhana: menyapa, berbagi makanan dan duduk bersama masyarakat.

Di Air Kijang, Jumat itu, 100 paket nasi kotak bukan sekadar makanan yang dibagikan.

Ia menjadi jembatan kecil untuk membangun kepercayaan yang lebih besar antara polisi dan masyarakat Natuna.(zak)

Editor; leh

 

Bagikan Berita :

Recommended For You

About the Author: metro indonesia

error: Content is protected !!