Harga Sayur Anjlok, Petani Milih Jadikan Makanan Sapi

(Kondisi perkebunan milik Darni di Desa Batubi yang tidak laku akibat harga jual anjok dan tidak adanya pembeli. foto- Remon

Natuna, MetroIndonesia.co.id – Anjloknya harga sayuran menambah penderitaan para petani sayur di Desa Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi. Di tengah pandemi Covid-19, seharusnya petani dapat meraup untung karena  sedang musim panen, tapi kenyataannya tidak demikian. Salah satu petani di Desa Batubi bernama Darni, ketika dikonfirmasi wartawan metroindonesia, pada Minggu 1 Agustus 2021 pagi, mengatakan, seharusnya dirinya bisa menambah pundi-pundi penghasilan karena musim panen, tapi harga sayuran yang dia tanam anjlok.

Harga kacang panjang hanya Rp2000/ kg sedangkan terong hijau Rp3000/kg. Mirisnya lagi kangkung hanya dihargai Rp1000/ kg. Meski murah, pembelinya juga susah. Melihat situasi ini, terpaksa hasil panen kangkung dijadikan makanan sapi. “Sudah murah tidak laku lagi,” ucapnya kesal.

Ia berharap, ada solusi dari Pemerintah agar petani sayur di Desa Batubi tidak merugi. “Kalau dibilang rugi, jelas rugi, biaya operasional penanaman mulai dari bibit, pupuk, hingga obat hama bukanlah barang murah. Belum lagi tenaga terkuras selama proses menanam dan merawat tanaman,” katanya.(*Remon)

Bagikan Berita :

Recommended For You

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!