Gugur Gunung di TPU Pering, Polisi dan Warga Bersatu dalam Kerja Bakti

(Brigadir Ozzy Agus Syahputra, saat gotong royong bersama warga bersih2 kuburan )

 

Natuna,metroindonesia.co.id – Suasana Minggu pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pering, Bunguran Timur, berbeda dari biasanya. Deru mesin pemotong rumput bersahut-sahutan dengan suara canda warga yang menyapu dedaunan kering. Di antara mereka, tampak sosok berseragam lengkap Brigadir Ozzy Agus Syahputra, turut mengangkat sampah dan memangkas semak belukar.

Kegiatan bertajuk “Gugur Gunung Bhabinkamtibmas Bersama Warga” ini bukan soal membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, kerja bakti ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat. Diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan gotong royong.

Diwakili oleh Brigadir Ozzy, Kapolsek Bunguran Timur AKP Nellay Boy menginisiasi kegiatan yang menyentuh akar budaya lokal semangat kebersamaan. “Kegiatan ini bukan hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk kedekatan dan kepedulian Polri terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkap Brigadir Ozzy di sela-sela aktivitasnya.

Ia tak hanya memimpin, tapi juga turun langsung ke lapangan. Bersama warga binaannya, ia menyingkirkan sampah dan rumput liar yang menutupi area pemakaman. Keringat bercucuran, namun wajah tetap sumringah tanda bahwa kebersamaan tak mengenal sekat profesi.

Kapolsek Bunguran Timur, AKP Nellay Boy, memberikan apresiasi atas dedikasi anggotanya. “Apa yang dilakukan Brigadir Ozzy merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Ini juga menjadi contoh yang baik dalam membangun kepercayaan dan kebersamaan.”

Lebih dari sekadar kerja bakti, kegiatan ini merupakan bentuk komunikasi sosial yang strategis. Dengan turut hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan non-formal seperti ini, Polri menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga dalam kegiatan membangun lingkungan dan rasa kebersamaan.

“Gugur Gunung” bukan sekadar slogan. Di TPU Pering, istilah itu menjadi nyata sebuah filosofi Jawa yang bermakna bekerja bersama tanpa pamrih demi kebaikan bersama. Konsep ini kini dihidupkan kembali oleh Bhabinkamtibmas dan masyarakat Bunguran Timur.

Diharapkan, kegiatan ini menjadi awal dari berbagai aksi sosial lain yang melibatkan kepolisian dan masyarakat. Sebab, membangun lingkungan yang bersih dan harmonis bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersamai. Di Natuna, semuanya dimulai dari sebuah pemakaman.(Roy)

Bagikan Berita :

Recommended For You

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!