
Natuna, metroindonesia.co.id – Guna menilinalisir terjadinya gangguan saat pendistribusian surat suara ke sejumlah tempat, komisioner Bawaslu Kabupaten Natuna, Ila Nurlaila, mengadakan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Natuna, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Natuna, Rabu, 5 Juni 2024.
Tujuan untuk menyusun Indeks Kerawanan dalam rangka persiapan menjelang pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2024 dijadwalkan pada bulan November mendatang.
Ila Nurlaila menekankan pentingnya kerja sama antara pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi cuaca dan potensi bencana alam.
Hal ini menjadi sangat krusial mengingat pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 akan berlangsung pada bulan November, dimana diperkirakan tingkat curah hujan dan angin cukup tinggi, mengakibatkan gelombang laut naik.
Ini dapat mengganggu aktifitas penyaluran surat suara ke setiap daerah. Apalagi Natuna 97 persen merupakan lautan luas yang dipisahkan oleh pulau- pulau kecil .
“Kami berharap dengan adanya koordinasi ini, kita dapat mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi saat pelaksanaan pemilihan nanti. Informasi dari BMKG tentang prediksi cuaca sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujar Ila Nurlaila.
Laila berharap kerjasama ini diharapkan dapat membantu memastikan bahwa semua tahapan pelaksanaan pemilihan dapat berjalan dengan lancar, meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Dengan adanya berkoordinasi yang baik antara Bawaslu, BPBD, KPU, dan BMKG, diharapkan potensi risiko dapat diminimalisir sehingga proses demokrasi di Kabupaten Natuna dapat terlaksana dengan baik dan aman.
Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2024 ini menjadi momen penting bagi Kabupaten Natuna, sehingga persiapan matang dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk bencana alam, menjadi prioritas utama. (Bud)
Editor: leh




