Reses Hangat di Balik Alam, Bunda Nurhasanah Serap Aspirasi Warga hingga Salurkan Bantuan untuk Mushalla

(Reses Hj Nurhasanah Lc di gg. Syuhada , RT 02 RW 07, kelurahan Balik Alam, Mandau)

 

Mandau, metroindonesia co.id – Suasana Gang (GG) Syuhada, RT 02 / RW 07, Kelurahan Balik Alam, Mandau, tampak lebih ramai dari biasanya, siang itu. Sejak pukul 14.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk menghadiri kegiatan reses digelar oleh Hj. Nurhasanah, LC, yang akrab disapa Bunda Nurhasanah.

Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Komisi IV, Fraksi PKS ini hadir menyapa konstituennya dengan penuh kehangatan. Tak sekadar seremonial, pertemuan berlangsung cair dan komunikatif.

Warga terlihat antusias, menyampaikan pertanyaan serta harapan secara langsung kepada wakil rakyat mereka dukung.
Tim Metro Indonesia meliput langsung kegiatan tersebut mencatat sejumlah aspirasi yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

Salah satunya disampaikan oleh Iwan, selaku Ketua RT 02. Ia mengajukan permohonan bantuan genset untuk Mushalla Syuhada. Menurutnya, keberadaan genset sangat dibutuhkan, terutama saat terjadi pemadaman listrik yang kerap mengganggu aktivitas ibadah.

Aspirasi serupa juga datang dari Ketua RW 07, Bapak Yanto. Ia menegaskan pentingnya dukungan fasilitas untuk mushalla, termasuk harapan adanya donatur tetap demi keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.

Tak hanya persoalan sarana ibadah, isu pemberdayaan ekonomi juga mengemuka. Ibu Desi, seorang pelaku usaha bengkel, menanyakan apakah terdapat wadah komunitas bagi pelaku UMKM serta kemungkinan adanya bantuan modal usaha. Ia juga mempertanyakan akses beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anaknya, serta regulasi dan program pemerintah bagi anak disabilitas.

Sementara itu, Ibu Upi menyampaikan kendalanya dalam mengakses bantuan sosial. Ia mengaku belum dapat menerima bantuan karena nilai DSIL (Data Sosial Indeks Layak)-nya berada di angka 6, sementara syarat penerima bantuan berada di bawah angka 5. Ia berharap ada solusi atau kebijakan yang dapat mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Menanggapi aspirasi disampaikan, Bunda Nurhasanah memberikan respons langsung. Untuk kebutuhan genset Mushalla Syuhada, beliau secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp2.000.000 sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap sarana ibadah warga.

Bantuan tersebut disambut haru dan rasa syukur oleh masyarakat yang hadir. Bagi warga, kehadiran wakil rakyat mau mendengar dan bertindak cepat menjadi bukti nyata bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog hidup antara rakyat dan perwakilannya.

Kegiatan reses pun ditutup dengan sesi foto bersama, penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Harapannya, aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya berhenti di forum, tetapi dapat diperjuangkan dalam kebijakan dan program nyata ke depan.(JPS)

Bagikan Berita :

Recommended For You

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!