<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#selamat &#8211; Metro Indonesia</title>
	<atom:link href="https://metroindo.bintan.info/tag/selamat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://metroindo.bintan.info</link>
	<description>Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Aug 2026 05:21:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://metroindo.bintan.info/wp-content/uploads/2020/08/cropped-cropped-logo_metro-removebg-preview-e1593052418333-32x32.png</url>
	<title>#selamat &#8211; Metro Indonesia</title>
	<link>https://metroindo.bintan.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terseret Arus hingga Perairan Malaysia, Empat ABK KM Samudra Jaya Kelautan Akhirnya Selamat</title>
		<link>https://metroindo.bintan.info/terseret-arus-hingga-perairan-malaysia-empat-abk-km-samudra-jaya-kelautan-akhirnya-selamat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[metro indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 05:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[# 4 ABK hilang kontak]]></category>
		<category><![CDATA[# ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[# perairan malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[# SAR Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[#selamat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://metroindonesia.co.id/?p=59340</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Enam hari pencarian berujung lega. Empat awak KM Samudra Jaya Kelautan yang sempat hilang kontak setelah mengalami kerusakan mesin di perairan sekitar Kepulauan Riau, akhirnya ditemukan selamat oleh kapal nelayan Malaysia. Kapal mereka kemudian dilaporkan pecah dan tenggelam. Anambas,metroindonesia.co.id &#8211; Laut yang semula menjadi jalur perjalanan menuju Batam berubah menjadi perjalanan panjang penuh ketidakpastian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Enam hari pencarian berujung lega. Empat awak KM Samudra Jaya Kelautan yang sempat hilang kontak setelah mengalami kerusakan mesin di perairan sekitar Kepulauan Riau, akhirnya ditemukan selamat oleh kapal nelayan Malaysia. Kapal mereka kemudian dilaporkan pecah dan tenggelam.</p>
<p>Anambas,metroindonesia.co.id &#8211; Laut yang semula menjadi jalur perjalanan menuju Batam berubah menjadi perjalanan panjang penuh ketidakpastian bagi empat anak buah kapal (ABK) KM Samudra Jaya Kelautan.</p>
<p>Kapal barang berukuran 10 GT itu bertolak dari Air Sena, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Senin, 1 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Tujuannya Batam, membawa muatan ikan. Jika perjalanan berjalan sesuai rencana, kapal seharusnya telah tiba keesokan paginya.</p>
<p>Komunikasi terputus. Waktu terus berjalan. Di tengah laut, empat orang awak kapal harus bertahan tanpa kepastian kapan pertolongan datang.</p>
<p>Dari pemutakhiran kronologi yang diterima tim SAR, persoalan bermula ketika KM Samudra Jaya Kelautan mengalami kerusakan mesin pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.</p>
<p>Saat itu kapal berada sekitar 36 nautical mile (NM), atau kurang lebih enam jam perjalanan dari Pulau Berakit, Bintan.</p>
<p>Kerusakan mesin membuat kapal kehilangan daya dorong. Tidak lagi mampu mengendalikan laju, KM Samudra Jaya Kelautan perlahan terbawa arus ke arah utara.</p>
<p>Perjalanan yang seharusnya menuju Batam justru membawa kapal semakin jauh dari jalur semula, hingga akhirnya memasuki wilayah perairan Malaysia.</p>
<p>Di dalam kapal, empat ABK bertahan menghadapi situasi yang terus memburuk. Mereka adalah Samsul Bahri (54), warga Air Asuk; Azan (41), warga Teluk Siantan; Awang (65), warga Air Sena; dan Handay Yadi (40), warga Kuala Maras.</p>
<p>Harapan datang pada Kamis dini hari, 6 Agustus 2026.Sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia, kapal nelayan Malaysia bernomor PAF 5061 menemukan keempat ABK tersebut. Mereka berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.</p>
<p>Namun, perjuangan belum sepenuhnya berakhir. Penemuan empat ABK menjadi titik terang dalam operasi SAR yang telah berlangsung selama beberapa hari.</p>
<p>Pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, KM Samudra Jaya Kelautan dilaporkan pecah dan tenggelam.</p>
<p>Sementara keempat awaknya telah lebih dulu ditemukan oleh kapal nelayan Malaysia.</p>
<p>Koordinasi lintas negara kemudian menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan dan proses penanganan mereka.</p>
<p>Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 18.40 WIB, Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas berhasil berkomunikasi dengan salah satu korban.</p>
<p>Kabar itu memastikan bahwa empat awak kapal yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak ternyata berada dalam kondisi selamat.</p>
<p>Sekitar pukul 05.30 waktu Malaysia atau 04.30 WIB, seluruh kru tiba di Dermaga LKIM Kuantan. Mereka kemudian mendapat penanganan sementara dari MRSC Kuantan sembari menjalani proses pemenuhan dokumen dasar di Markas Besar Maritim Negara Bagian Pahang.</p>
<p>Bagi keluarga di tanah air, kabar tersebut tentu menjadi akhir dari penantian yang menegangkan.</p>
<p>Setelah memastikan seluruh awak kapal selamat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna mengusulkan penutupan operasi SAR hari keenam pada Sabtu, 8 Agustus 2026.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan MRSC Kuantan dan memastikan seluruh kru telah tiba dengan selamat.</p>
<p>“Hingga pagi tadi, setelah berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, kami telah memastikan seluruh kru KM Samudra Jaya Kelautan yang berjumlah 4 orang telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan.”</p>
<p>Setelah operasi ditutup, seluruh unsur SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.</p>
<p>Abdul Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putrajaya, Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan, serta seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan.</p>
<p>Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, baik laut maupun udara.</p>
<p>Kantor SAR Natuna mengerahkan RIB 02 Natuna dan berkoordinasi dengan unsur TNI, termasuk KRI. Dukungan udara juga datang melalui helikopter Sikorsky S-76C++ PK-PUW milik PT Medco Energy.</p>
<p>Sejumlah kapal nelayan dari Kabupaten Kepulauan Anambas turut membantu.Koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, TNI, Polri, BPBD, SROP, serta HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas.</p>
<p>Meski operasi pencarian telah berakhir, proses bagi keempat ABK belum selesai. Kantor SAR Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih membangun komunikasi dengan otoritas terkait untuk proses pemulangan keempat warga negara Indonesia tersebut ke tanah air.</p>
<p>Perjalanan mereka belum benar-benar berakhir sampai kembali berkumpul bersama keluarga.</p>
<p>Kisah KM Samudra Jaya Kelautan juga meninggalkan satu pelajaran penting: di laut, komunikasi dapat menjadi pembeda antara pencarian yang panjang dan pertolongan yang cepat.</p>
<p>Kerusakan mesin mungkin tidak selalu dapat diprediksi. Arus laut pun tidak dapat dikendalikan. Namun kesiapan menghadapi keadaan darurat masih dapat dipersiapkan sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.</p>
<p>Peralatan komunikasi yang memadai, perangkat navigasi, serta alat pemancar sinyal marabahaya seperti EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan pelayaran.</p>
<p>Kapalnya tenggelam, tetapi empat nyawa berhasil diselamatkan berkat ketahanan para awak, kehadiran kapal nelayan yang menemukan mereka, dan koordinasi SAR lintas batas  bekerja hingga ke perairan Malaysia.(wan)</p>
<p>Editor: leh</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hilang Selama 13 Hari 3 Pencari Gaharu Ditemukan Selamat</title>
		<link>https://metroindo.bintan.info/hilang-selama-13-hari-3-pencari-gaharu-ditemukan-selamat/</link>
					<comments>https://metroindo.bintan.info/hilang-selama-13-hari-3-pencari-gaharu-ditemukan-selamat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[metro indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 13:18:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[#ditenukan]]></category>
		<category><![CDATA[#pencari gaharu]]></category>
		<category><![CDATA[#sar gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[#selamat]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://metroindonesia.co.id/?p=44062</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Natuna, metroindonesia.co.id – Setelah dinyatakan hilang selama 13 hari di kawasan hutan Bukit Bedung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, tiga warga Natuna akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (13/7/2025) pukul 16.11 WIB. Ketiganya diketahui memasuki hutan sejak 1 Juli 2025 untuk mencari gaharu. Namun, hingga melebihi estimasi waktu pulang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Natuna, metroindonesia.co.id – Setelah dinyatakan hilang selama 13 hari di kawasan hutan Bukit Bedung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, tiga warga Natuna akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (13/7/2025) pukul 16.11 WIB.</p>
<p>Ketiganya diketahui memasuki hutan sejak 1 Juli 2025 untuk mencari gaharu. Namun, hingga melebihi estimasi waktu pulang, mereka tak kunjung kembali, hingga pihak keluarga melapor ke Kantor SAR Natuna pada 11 Juli malam.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan operasi.</p>
<p>“Alhamdulillah, ketiga orang ini berhasil ditemukan dengan selamat. Mereka sudah dalam perjalanan turun dan bertemu tim saat keluar dari Bukit Bedung,” ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Pencarian dilakukan oleh dua Search Rescue Unit (SRU), dengan keterlibatan unsur gabungan: KPP Natuna, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat setempat, serta Komunitas Motor Trail Natuna (NTAC).Satu tim menyisir lewat Desa Selemam dan satu lagi melalui Desa Pengadah akhirnya menemukan korban.</p>
<p>Keterlambatan kepulangan disebabkan kesalahpahaman komunikasi, serta daya ponsel dan powerbank korban yang habis. Salah satu pelapor, Deki, menyatakan korban sempat mengabari bahwa mereka akan kembali “sekitar delapan hari lagi”, yang ditafsirkan berbeda oleh keluarga.</p>
<p>Setelah dievakuasi, ketiga korban langsung dibawa ke Kantor SAR Natuna dan dijemput pihak keluarga. Operasi SAR resmi ditutup pada Minggu sore.</p>
<p>“Kami bersyukur operasi berjalan lancar dan korban ditemukan dalam kondisi selamat,” tutup Kakansar Natuna.(Roy)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://metroindo.bintan.info/hilang-selama-13-hari-3-pencari-gaharu-ditemukan-selamat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
