<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#pelaksana &#8211; Metro Indonesia</title>
	<atom:link href="https://metroindo.bintan.info/tag/pelaksana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://metroindo.bintan.info</link>
	<description>Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jul 2025 06:31:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://metroindo.bintan.info/wp-content/uploads/2020/08/cropped-cropped-logo_metro-removebg-preview-e1593052418333-32x32.png</url>
	<title>#pelaksana &#8211; Metro Indonesia</title>
	<link>https://metroindo.bintan.info</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekolah Rakyat Antara Janji Mulia dan Lempar Tanggung Jawab</title>
		<link>https://metroindo.bintan.info/sekolah-rakyat-antara-janji-mulia-dan-lempar-tanggung-jawab/</link>
					<comments>https://metroindo.bintan.info/sekolah-rakyat-antara-janji-mulia-dan-lempar-tanggung-jawab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[metro indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 06:31:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN DAN KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[#dinsos natuna]]></category>
		<category><![CDATA[#disdiknatuna]]></category>
		<category><![CDATA[#harapan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[#pelaksana]]></category>
		<category><![CDATA[#program pemerintah pusat]]></category>
		<category><![CDATA[#saling lempar bola]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://metroindonesia.co.id/?p=44223</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Natuna, metroindonesia.co.id &#8211; Di tengah harapan besar pada program Sekolah Rakyat, gagasan mulia datang dari Presiden Prabowo untuk memberi akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah. Realitas di lapangan justru memperlihatkan wajah buram birokrasi saling menghindar dari tanggung jawab. Sudah memasuki H-3 dari jadwal seharusnya kegiatan belajar dimulai, namun suasana di lapangan masih sunyi. Tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Natuna, metroindonesia.co.id &#8211; Di tengah harapan besar pada program Sekolah Rakyat, gagasan mulia datang dari Presiden Prabowo untuk memberi akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah. Realitas di lapangan justru memperlihatkan wajah buram birokrasi saling menghindar dari tanggung jawab.</p>
<p>Sudah memasuki H-3 dari jadwal seharusnya kegiatan belajar dimulai, namun suasana di lapangan masih sunyi. Tidak ada tanda-tanda dimulainya aktivitas pendidikan. Tak hanya molor dari jadwal, kini muncul pula fenomena &#8220;saling lempar tanggung jawab&#8221; antara dua instansi pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kabupaten Natuna.</p>
<p>Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Natuna, Nasria, menyatakan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat sepenuhnya berada di bawah kendali Dinas Sosial.</p>
<p>“Itu ranahnya Dinas Sosial, kami tidak ikut campur,” ujar Nasria lewat pesan WhatsApp pada Jumat, 18 Juli 2025.</p>
<p>Pernyataan ini seakan menutup pintu harapan bahwa Dinas Pendidikan akan terlibat aktif dalam pelaksanaan program pendidikan yang notabene menjadi bagian dari misi nasional.</p>
<p>Namun, pernyataan berbeda justru muncul dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Natuna. Ketika ditanya mengenai siapa tenaga pengajarnya, pihaknya menyarankan agar wartawan langsung menanyakannya kepada Dinas Pendidikan.</p>
<p>Saling tunjuk ini menimbulkan satu pertanyaan besar, siapa yang benar-benar bertanggung jawab? Lebih penting lagi, ke mana harus berharap masyarakat menanti anak-anak mereka bisa kembali bersekolah secara layak?</p>
<p>Program Sekolah Rakyat awalnya disambut hangat oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah tertinggal, terluar, dan terisolasi. Di Natuna, program ini seharusnya menjadi angin segar bagi banyak anak-anak terkendala ekonomi dan akses pendidikan. Namun, hingga kini, janji tinggal janji.</p>
<p>Bukan hanya belum berjalan, komunikasi antarinstansi pun terkesan kacau. Tidak ada kejelasan sistem koordinasi, tidak pula ditemukan satu suara atau peta jalan pelaksanaan yang transparan. Masyarakat pun terjebak dalam kebingungan.</p>
<p>Program Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek rutin. Ia adalah upaya menjembatani kesenjangan pendidikan. Namun jika pelaksanaannya tidak serius dan justru dirundung tarik-ulur tanggung jawab antarinstansi, maka dikhawatirkan Sekolah Rakyat hanya akan menjadi catatan gagal dari niat baik pemerintah pusat.</p>
<p>Pemerintah daerah, terutama dua dinas saling berkait, seharusnya segera duduk bersama dan membangun koordinasi yang jelas. Jangan sampai program ini karam hanya karena ego birokrasi dan minimnya komitmen.</p>
<p>Di balik semua ini, ada masa depan anak-anak Natuna sedang dipertaruhkan. Mereka tidak butuh saling tuding, mereka butuh pendidikan.(Roy)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://metroindo.bintan.info/sekolah-rakyat-antara-janji-mulia-dan-lempar-tanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
